Hari ini saya mau nulis lagi, pengen curhat, setelah beberapa hari tidak nulis di blog rasanya gatal juga nih tangan. Saya mau curhat mengenai budaya kekerasan yang ada di negara kita tercinta ini, setelah saya menyaksikan secara langsung ataupun dari televisi yang tak henti-hentinya menyiarkan hal-hal yang berbau kekerasan, untuk konsumsi umum, bahkan tak mengenal waktu. Hal tersebut memang bukanlah lagi merupakan hal yang aneh, segala bentuk kekerasan yang saya kira saya tak perlu menceritakan apasajakah itu, karena setiap apa yang saya sebutkan, pasti semua orang sudah tahu dan menganggap hal tersebut sudah biasa. Saya hanya akan bercerita sedikit mengenai kejadian yang saya alami, yang saya prediksi hal itulah yang merupakan asal mula budaya kekerasan yang sekarang tidak dianggap tabu oleh siapapun, bahkan anak-anak.
Hal ini bermula ketika secara tidak sengaja saya memperhatikan kostum sepakbola tim kesayangan yang dikenakan oleh beberapa anak di Jakarta dan Bandung , sepertinya sih di kota lain juga sama saja, bukan bermaksud untuk menghakimi begitu saja, itu hanya prediksi..
Sekitar satu tahun silam ketika saya tinggal di Bandung , dalam perjalanan saya menuju salah satu mall disana dengan angkot, saya melihat di pinggir-pinggir jalan ramai sekali , bahkan membuat macet, “ada apa ya pak?” Tanya saya ke sopir angkot, “oh, Persib mau lawan Persija sore ini” jawabnya santai, sambil melihat saya melalui kaca spion-nya.
Banyak sekali anak kecil yang berteriak-teriak sambil menayanyikan lagu-lagu, yang saya dengar liriknya, harusnya tidak cocok untuk anak-anak seusia mereka, mungkin juga tidak cocok untuk semua. Banyak kata-kata kasar yang menghina tim kesebelasan lawan, belum lagi sekilas saya lihat baju yang mereka kenakan juga bertuliskan sarkasme “The Jak Anjing!!” dsb.. miris sekali melihatnya, apalagi ketika saya lihat disekitar mereka juga banyak orang tua yang cuek bebek membiarkan anak-anak mereka berkata kasar, memaki, atau mungkin para orang tua itu merasa bangga telah memupuk rasa kecintaan terhadap tim sepakbola lokal kota mereka terhadap anak-anaknya??
Suasana macet dan hingar binger dijalan, serta mengganggu pengendara lain menjadi pemandangan yang tidak aneh ketika tim kesayangan mereka akan bertanding di kandangnya, menurut beberapa orang.
Sekarang saya berada di Jakarta, bekerja disini. Suatu hari saya dan teman-teman kerjaan saya mengadakan meeting mingguan di Tugu Proklamasi, mencari suasana baru demi meningkatkan kualitas kerja, kata bos..
Ketika kami meeting, pandangan saya beralih kepada anak-anak disekitar kami yang sedang bermain bola plastik, ada sekitar enam orang mereka. Namun yang saya perhatikan adalah baju-baju yang mereka kenakan, sekitar empat orang dari mereka mengenakan baju oranye tim kesayangan mereka, hal yang sama yang saya temui ketika saya di Bandung adalah, didalam kaos mereka juga bertuliskan kata-kata sarkasme kedaerahan, ”Viking anjing!!”, ”jangan ada anjing-anjing viking di kota tercintaku”, dll.
Kenapa mesti begitu ya?? Kalau mau mempromosikan bagusnya tim kesayangan mereka, kenapa mesti menjelekan tim lain ya?? Kenapa mesti menggunakan kata-kata kasar ya?? Apakah kata-kata di baju itu tak bisa dibalut dengan sesuatu yang artistik ya?? Ini salah siapa ya, produsen kaos itu yang asal, yang tidak bertanggung jawab dengan apa yang mereka keluarkan ya, karena kaos itu dipakai anak-anak, dan banyak sekali saya lihat di pasar-pasar rakyat kaos sejenis. Atau memang para pembeli yang tidak perduli dengan apa yang mereka beli, atau terlalu bangga dengan tim kesayangannya, sehingga sah-sah saja apabila baju tersebut dipakai anaknya walaupun tulisan dalam kaos tersebut disadari atau tidak telah memupuk kebencian yang diajarkan pada anak mereka..
Selang beberapa bulan dikost-an, saya dan beberapa tetangga sengaja menonton sepakbola antara Persib dan Persija, semua santai, orang yang biasa teriak-teriak ketika nonton pun terlihat santai, atau mungkin mereka coba menghargai saya, mereka mungkin berfikir, saya suku sunda jadi pasti mendukung Persib, dan mereka semua pendukung Persija, walauupun pada kenyataanya saya tidak terlalu peduli dengan semua itu, saya hanya suka tim yang ketika bermain dapat memberikan penampilan terbaik mereka dan tentu saja menjunjung tinggi sportifitas, tak peduli tim manakah itu.
Lalu beberapa anak ikut nimbrung nonton juga, belum satu menit, mereka sudah melontarkan komentar-komentar kasar megenai penampilan tim Persib ”wah anjing tuh si anu, ngeXXXt!!” teriaknya tanpa rasa malu walupun kebanyakan yang nonton orang tua. Kerena merasa gerah, orang tua yang sejak tadi nonton bersama saya langsung menghardik anak-anak tersebut, dan serta merta mengusir mereka, merekapun pergi
Ya.. seperti itulah keadaan sekarang yang terjadi, itu hanya tentang sepakbola saja, ada lagi perang gengsi antar gang, antar RT, antar daerah, antar sekolah, antar kota, dan lain sebagainya, bahkan kemarin saya tau bahwa ada artis yang dimaki fans berat sebuat klub sepakbola, karena artis itu memakai kostum yang menyinggung tim kesebelasan kesukaannya, sampai memaki lho, padahal kan...ah.. aneh (saya liat twitter artis itu juga)..
Saya lalu bertanya pada diri sendiri, kenapa seperti itu ya??
Tidak bisakah kalian berdamai, tidak hanya fisik, verbal, tapi juga sikap, bukankah itu akan lebih indah??!! Bukankah perdamaian membuat hidup kita tenang??
15 April 2010


Tidak ada komentar:
Posting Komentar