Sabtu

Saya dari Indonesia..

Hari ini saya bangun siang, karena kerja saya masuk siang. Sekitar pukul sebelas saya bangun. Saya kumur-kumur lalu bergegas untuk sarapan, hampir makan siang. 
 Sambil makan, saya lihat televisi, salah satu saluran tv menayangkan berita kriminal yang sudah sangat mengkhawatirkan, ada pembunuhan dalam sebuah keluarga, transaksi narkoba di tempat yang seharusnya mudah dijangkau polisi, skandal seks para anggota DPR yang terhormat, belum lagi kasus korupsi. Saya muak dengan semua itu “merusak nafsu makan saya saja”, lalu saya pindahkan saluran ke berita yang lain, tidak jauh beda dengan berita tadi, sekarang isinya adalah, para anggota dewan yang terhormat sedang ribut karena mereka tidak mencapai kata sepakat dalam rapatnya, mereka saling melecehkan dengan verbal, mengumpat dengan kata-kata kotor, dan ada pula yang saling melempar, apa ini??.
Sudahlah, saya lihat berita olahraga saja. Dalam berita tersebut sama saja, supporter salah satu kesebelasan berulah karena mereka tidak terima dengan kekalahan yang diderita tim kesayangannya. Mereka ribut, beberapa orang diamankan polisi dan mereka ketahuan membawa banyak senjata tajam yang telah mereka persiapkan sebelumnya dari rumah. Sungguh teman makan yang tidak mengasikkan!!

Selesai makan, saya langsung bergegas mandi, dan siap-siap berangkat kerja.

Setelah pintu kamar saya kunci, saya segera berangkat menuju stasiun. Dalam perjalanan menuju stasiun saya lihat banyak anak SD yang berlarian kearah saya, ternyata beberapa puluh meter dari mereka ada anak SD yang lain yang mengejar, sambil memutar-mutarkan sabuk mereka, saling mengumpat, yang lainnya melemparkan batu, umpatan-umpatan yang tidak pantaspun dilontarkanpun keluar dari mulut mereka, anjinglah, nge***tlah.. miris hati saya melihat itu semua..

Akhirnya saya tiba di stasiun, membeli tiket, dan segera berlari keatas, karena menurut informasi, kereta yang saya naiki akan segera tiba. Sekitar lima menit saya menunggu, akhirnya kereta datang. Setelah kereta berhenti orang-orang yang mau masuk memaksakan diri mereka masuk tanpa mempersilahkan orang yang mau keluar terlebih dahulu sehingga terjadi sedikit kekacauan, karena orang yang didalam juga memaksa keluar, takut keretanya keburu jalan,  karena hanya sebentar saja berhenti. “woii, yang didalam dulu dong yang keluar, baru kalian masuk!!” teriak beberapa orang dari dalam.

Di dalam kereta saya berdiri, karena memang sudah lumayan penuh dan saya tidak dapat tempat duduk, kereta yang penuh oleh sampah, berisik karena banyak pengamen yang bisa dibilang mereka bukan mau menjual kebisaan yang mereka punya, lebih ke menjual kesedihan agar orang iba, mereka mengamen membawa anak-anak kecil yang.. entahlah, mungkin itu bukan anaknya, anak kecil yang seharusnya bermain di dunia yang damai, bukan dunia yang bising, kotor, dan sumpek seperti kereta ini.
Tak lama kemudian, pengemis lewat “mikum, minta sedekah” katanya berulang-ulang, ia juga membawa anak kecil, mungkin agar orang merasa iba melihatnya. Salamnya aja sudah salah!!
Digerbong lain saya mendengar beberapa keributan, setelah saya dengar dari bisik-bisik orang yang lewat, ternyata ada orang yang kecopetan, tasnya disilet, uangnya hilang semua.
Didepan saya ada muda mudi yang tengah asik ngobrol, usia mereka kira-kira 20 tahunan, namun herannya mereka sama sekali tidak mersa iba kepada ibu yang tua renta yang sudah sejak setengah jam lalu berdiri di sebelah saya, usia ibu itu kira-kira 70 tahunan, keringatnya mengucur deras, beberapa kali ia menyeka keringat dimukanya dengan kain kusam yang terus saja ia genggam.
Akhirnya kereta tiba di salah satu stasiun, namun bukan stasiun yang saya tuju, lama sekali kereta ini berhenti, entah ada apa. Beberapa orang memaki dan mengumpat, saya maklum karena memang suasana sesak kereta membuat otak menjadi panas, dan sayapun kesal, namun apalah guna, toh kekesalan saya tidak akan berguna jika saya hanya mengumpat. Di rel yang lain, saya liat kereta menuju Jakarta juga sedang diam, entah menunggu apa. Ramai sekali dan sama saja, tampak sesak, namun hal itu diperparah dengan banyaknya orang-orang yang naik di atas kereta, sungguh hal yang berbahaya, karena diatas kereta itu banyak sekali kabel listriknya.

Saya hanya bisa menghela nafas panjang, saya pejamkan mata.. lalu saya berdo’a dalam hati agar generasi selanjutnya tidak merasakan hal yang sama seperti apa yang saya dan orang-orang sekitar saya ini rasakan.

"Saya dari Indonesia, negara besar, adil, makmur, berbudaya, ramah tamah dan penuh kesopanan" ingin sekali bisa sambil berbangga mengucapkan kalimat itu..

 28 Maret 2010

Jumat

Ngamen..

"Cerita ini terjadi ketika awal-awal saya masuk kelas 2 SMA ketika di sebuah sekolah negeri di Jakarta. Saya memilih teater sebagai ekstrakurikuler karena kecintaan saya akan dunia seni peran, tapi intinya sih, saya pengen terkenal, mungkin ini salah satu jembatan untuk menuju kesana. Setelah selesai kegiatan belajar mengajar, saya langsung menuju ke ruangan teater, karena sebelumnya sudah ada pengumuman mengenai kumpul-kumpul tersebut ketika tadi sebelum istirahat. Keingintahuan saya mengenai dunia teater semakin kuat saja, apalagi tadi kakak yang mengumumkan kepada kami(siswa yang tertarik kepada ekstrakurikuler teater) cantik luar biasa. Saya ketok pintu ruangan itu, lalu masuk. Ternyata sudah ada sekitar 20 orang-an di ruangan itu, termasuk kakak-kakak senior yang didalamnya ada juga kakak cantik siang tadi. "Silahkan masuk" kata kakak cantik tadi yang saya belum tahu namanya. Saya pun masuk dan segera duduk di ruangan itu, lalu kakak yang sejak tadi berbicara kepada forum didepan melanjutkan pembicaraannya. Lumayan asik teori yang disampaikan olehnya, saya terlarut didalam teori-teori yang menarik yang dia sampaikan. Tak terasa sekitar satu jam saya mengikuti ceramah itu. Intinya kami disuruh untuk melatih mental kami dulu sebelum praktek teater nanti.

Tes pertama untuk melatih mental itu adalah dengan cara turun ke jalan dan mengamen. Ah gampang itu, pikirku. Dan besok hari libur adalah hari pertama saya untuk mengetes mental saya di bus, untuk ngamen, lalu setelah itu saya harus menceritakan mengenai apa yang saya alami, lalu cerita kami nanti akan dinilai oleh kakak-kakak senior.

Hari ini hari minggu, pada pukul 10.00 WIB, setelah saya sarapan, saya langsung pergi menuju halte bis di daerah Senen. Ramai sekali disana, penuh orang lalu lalang meskipun hari ini hari libur. Dalam hati saya berdo'a semoga semua dilancarkan sehingga saya dapat melewati tahap pertama dengan sukses. Salah satu bis saya lihat sudah mulai penuh, dan tak tampak pengamen didalamnya, tak lama kemudian saya naiki saja bis itu, ya.. ramai sekali dalam bis itu, sekitar 15 menit bis itu melaju, saya masih saja memilih-milih lagu yang nanti mau saya bawakan. Akhirnya terpilih tiga lagu dalam playlist saya.. lagu anak muda jaman sekarang (pada waktu itu), lagu jadul (buat para orang tua) dan satu lagi lagu rohani.

Bismillahhirohmanirrahiim.. ya!! saya mulai dengan pembukaan, ada sekitar 5 menit saya berbicara dihadapan penumpang, lalu saya mulai dengan lagu pertama, kedua dan ketiga, pada kesemua lagu yang saya mainkan tampak rasa menikmati para penumpang, saya tahu itu, walaupun badannya diam, tapi kaki anak muda dihadapan saya ini tidak tinggal diam, bergerak mengikuti beat irama.

Lalu ada ibu-ibu diujung sana yang emang tampangnya garang dan tidak pernah memperlihatkan muka manis, badannya diam saja, namun kelingkingnya bergerak-gerak, saya tahu itu dari kaca spion sopir, karena ia duduk tepat dibelakang sopir.

Setelah semua lagu beres, saya mengucapkan penutupan, Baiklah ibu bapak, adik dan kakak-kakak yang saya cintai, kiranya itu saja lagu yang dapat saya mainkan hari ini, kurang dan lebihnya saya.. namun sebelum saya beres melakukan penutupan, "pindah pindah pindah!!!" teriak kernet kepada para penumpang, sehingga penumpang berhamburan keluar dan segera pindah ke bis lain, karena bis yang saya naiki ini tidak sampai ke pool-nya di Grogol. Saya terdiam dan hanya bisa diam  seolah tidak percaya".

Cerita diatas adalah cerita teman saya Fauzi, hal itu dia ceritakan ketika kami ngobrol-ngobrol mengenai mengamen..
Dan hari ini adalah ulang tahunnya..


27 Maret 2010

Selasa

Saya terinspirasi

Hari ini saya lelah sekali, lewati gang besar untuk mencapai kost-an dan segera merebahkan badan sejenak.
Saya buka kunci kamar, simpan tas yang saya bawa, nyalakan kipas angin, lalu menempelkan badan di kasur.
Panas sekali badan ini, putaran maksimal kipas angin tak mampu redakan panas dalam tubuh saya yang sepulang bekerja tadi.


Beberapa menit sambil memejamkan mata, saya teringat kejadian tadi sore ketika saya di kereta dari Depok menuju kost-an saya di Cikini.
Dalam kereta tadi saya bertemu 5 orang anak muda, 4 laki-laki, 1 perempuan. Mereka begitu gaduh, rame dan bahagia sepertinya setelah melewati hari-harinya. Saya lalu bertanya kepada salah seorang dari mereka, Raka namanya, ternyata dia seorang fundraiser atau pencari dana untuk sebuah LSM lingkungan global yang sudah terkenal, karena saya sangat tertarik dengan apa yang mereka lakukan, maka saya banyak bertanya mengenai dia dan teman-temannya, mengenai pekerjaan mereka dan suka duka yang mereka lalui ketika mereka melakukan pekerjaan tersebut.


Lalu Raka mulai bercerita, bahwa pada awalnya dia tidak tahu akan bekerja seperti sekarang ini. Ia turun ke jalan, busway, pusat perbelanjaan ataupun kampus-kampus untuk mensosialisasikan apa yang LSM lingkungan itu lakukan, kemudian mengajak orang untuk bergabung dengan LSM lingkungan itu, karena LSM itu adalah LSM yang independen, tidak menerima dana dari pemerintah, partai politik ataupun perusahaan, "supaya kami tidak ketergantungan, ataupun ada intervensi dari pihak manapun dalam penyelamatan lingkungan" katanya. "Berbagai hal sudah kami lalui," lanjut Raka "dari mulai ditolak orang, dicemberutin, dimarahin orang yang tidak setuju dengan kegiatan yang kami lakukan dan banyak-banyak lagi, namun itu semua tidak dapat meluluhkan semangat kami untuk ikut andil dalam penyelamatan lingkungan, malah tambah membuat kami jatuh cinta dan ingin terus menyelamatkan lingkungan, karena adanya LSM kami itu ya.. karena ada kami-kami ini para fundraiser-nya" tutup Raka dengan bangga.
Memang tampak ceria sekali teman baru saya ini, ia seakan tak pernah lelah, walaupun tadi dia cerita bahwa dia sudah dari sejak jam delapan menuju kampus di Bogor, dan baru pulang pukul tujuh malam, itupun belum sampai ke rumanya, mungkin akan menghabiskan waktu sampai pukul delapan ke rumahnya.
Kekaguman tak pernah padam dari raut muka saya, kekaguman kepada lima orang pemuda sebaya saya itu, karena saya yakin bahwa mengajak orang, meyakinkan orang, merubah paradigma orang dan membuat orang untuk mau mendonasikan uang itu bukan pekerjaan yang mudah.
Tapi kesan tersebut seolah hilang demi melihat senyum dan tawa ceria kelima orang tersebut.


Ya, mereka lima pemuda dari ribuan bahkan jutaan pemuda lainnya yang gigih mau berbuat sesuatu untuk penyelamatan lingkungan.


"Saya ingin berbuat sesuatu juga untuk lingkungan, dengan cara apapun" tekad saya, sambil pamit kepada mereka berlima yang terus saja meneruskan perjalanan, entah sampai mana, karena saya tadi tidak bertanya, mungkin terlalu asik dengan pokok bahasan mengenai mereka, dan tentu saja saya terinspirasi untuk berbuat sesuatu juga, itu harus.


22 Maret 2010

Sabtu

Pagi..

Arrrrggggghhhh...

berisik sekali pagi ini!!
pagi??
entahlah..
lalu saya cek hp yang selalu tepat berada disamping kepala, mengantarkan saya tidur dengan lagu-lagu yang sudah saya set di playlist. Musiknya sudah berhenti, karena memang saya set playlist-nya untuk tidak berulang, ngabisin batre aja..
Waktu di hp menunjukan pukul 9.00 WIB, hah!!! baru pukul sembilan?? pantas saja kepala ini pusing sekali, karena memang saya baru tidur pukul 3.00 dini hari.

Ya.. saya memang susah untuk tidur awal, apalagi sekarang saya tinggal di Jakarta, di kost-an kecil berukuran 2,5x3 meter (hanya berbalut tripleks saja), membuat saya selalu merasa kepanasan pada malam hari, sebenarnya saya sudah membeli sebuah kipas angin, namun itu juga merupakan sebuah malapetaka bagi saya, karena setiap pagi saya bangun, pasti saya masuk angin!! berbagai cara sudah dilakukan untuk mensiasati hal ini, namun tetap saja saya susah untuk tidur lebih awal seperti halnya orang kebanyakan.

Saya tak dapat melanjutkan tidur saya walaupun mata ini sangat berat, itu sama saja memanggang diri saya hidup-hidup. kamar kost-an saya sangat panaaass, sangat-sangat tidak bisa untuk dipakai bersantai, bermalas-malasan dengan bangun siang dan memanfaatkan waktu liburan hanya dengan tidur. Sangat-sangat-sangat TIDAK BISA!!!

Hal selanjutnya yang dilakukan setelah cek jam, telepon masuk dan sms di hp, saya bisanya mengambil air minum botol yang saya beli semalam, mengenai minum, sebenarnya bisa saja saya minta ke ibu kost di lantai bawah, namun karena airnya saya rasa kotor, maka saya tak pernah lagi memintanya, mendingan saya beli air dalam botol aja, inilah Jakarta.

Walaupun berat, saya paksa badan ini untuk bangun, lalu saya pergi ke toilet untuk menyiram lubang toilet dengan urine. Ketika keluar dari toilet, saya melihat sekelebat mahluk berkaos merah, mahluk itu begitu tampan, aneh.. namun ketika saya melihat ke sekeliling tidak ada siapa-siapa, karena nyawa saya belum terkumpul semua, mungkin..

Setelah beberapa detik saya sadari bahwa mahluk tampan yang berkaos merah yang ada dalam cermin tu adalah saya sendiri.. hah!! Sayakah itu??
Berfikir beberapa saat, dan.. iya, ternyata saya.

Saya bersumpah, tak akan saya lewatkan begitu saja moment aneh bin ajaib ini!! langsung saja saya kembali ke kamar dan mengambil hp, langsung saya set hp ke kamera dan.. CLICK!!!

to be continued..

Sebuah cerita tak penting yang ingin saya tuangkan di blog