"Cerita ini terjadi ketika awal-awal saya masuk kelas 2 SMA ketika di sebuah sekolah negeri di Jakarta. Saya memilih teater sebagai ekstrakurikuler karena kecintaan saya akan dunia seni peran, tapi intinya sih, saya pengen terkenal, mungkin ini salah satu jembatan untuk menuju kesana. Setelah selesai kegiatan belajar mengajar, saya langsung menuju ke ruangan teater, karena sebelumnya sudah ada pengumuman mengenai kumpul-kumpul tersebut ketika tadi sebelum istirahat. Keingintahuan saya mengenai dunia teater semakin kuat saja, apalagi tadi kakak yang mengumumkan kepada kami(siswa yang tertarik kepada ekstrakurikuler teater) cantik luar biasa. Saya ketok pintu ruangan itu, lalu masuk. Ternyata sudah ada sekitar 20 orang-an di ruangan itu, termasuk kakak-kakak senior yang didalamnya ada juga kakak cantik siang tadi. "Silahkan masuk" kata kakak cantik tadi yang saya belum tahu namanya. Saya pun masuk dan segera duduk di ruangan itu, lalu kakak yang sejak tadi berbicara kepada forum didepan melanjutkan pembicaraannya. Lumayan asik teori yang disampaikan olehnya, saya terlarut didalam teori-teori yang menarik yang dia sampaikan. Tak terasa sekitar satu jam saya mengikuti ceramah itu. Intinya kami disuruh untuk melatih mental kami dulu sebelum praktek teater nanti.
Tes pertama untuk melatih mental itu adalah dengan cara turun ke jalan dan mengamen. Ah gampang itu, pikirku. Dan besok hari libur adalah hari pertama saya untuk mengetes mental saya di bus, untuk ngamen, lalu setelah itu saya harus menceritakan mengenai apa yang saya alami, lalu cerita kami nanti akan dinilai oleh kakak-kakak senior.
Hari ini hari minggu, pada pukul 10.00 WIB, setelah saya sarapan, saya langsung pergi menuju halte bis di daerah Senen. Ramai sekali disana, penuh orang lalu lalang meskipun hari ini hari libur. Dalam hati saya berdo'a semoga semua dilancarkan sehingga saya dapat melewati tahap pertama dengan sukses. Salah satu bis saya lihat sudah mulai penuh, dan tak tampak pengamen didalamnya, tak lama kemudian saya naiki saja bis itu, ya.. ramai sekali dalam bis itu, sekitar 15 menit bis itu melaju, saya masih saja memilih-milih lagu yang nanti mau saya bawakan. Akhirnya terpilih tiga lagu dalam playlist saya.. lagu anak muda jaman sekarang (pada waktu itu), lagu jadul (buat para orang tua) dan satu lagi lagu rohani.
Bismillahhirohmanirrahiim.. ya!! saya mulai dengan pembukaan, ada sekitar 5 menit saya berbicara dihadapan penumpang, lalu saya mulai dengan lagu pertama, kedua dan ketiga, pada kesemua lagu yang saya mainkan tampak rasa menikmati para penumpang, saya tahu itu, walaupun badannya diam, tapi kaki anak muda dihadapan saya ini tidak tinggal diam, bergerak mengikuti beat irama.
Lalu ada ibu-ibu diujung sana yang emang tampangnya garang dan tidak pernah memperlihatkan muka manis, badannya diam saja, namun kelingkingnya bergerak-gerak, saya tahu itu dari kaca spion sopir, karena ia duduk tepat dibelakang sopir.
Setelah semua lagu beres, saya mengucapkan penutupan, Baiklah ibu bapak, adik dan kakak-kakak yang saya cintai, kiranya itu saja lagu yang dapat saya mainkan hari ini, kurang dan lebihnya saya.. namun sebelum saya beres melakukan penutupan, "pindah pindah pindah!!!" teriak kernet kepada para penumpang, sehingga penumpang berhamburan keluar dan segera pindah ke bis lain, karena bis yang saya naiki ini tidak sampai ke pool-nya di Grogol. Saya terdiam dan hanya bisa diam seolah tidak percaya".
Cerita diatas adalah cerita teman saya Fauzi, hal itu dia ceritakan ketika kami ngobrol-ngobrol mengenai mengamen..
Dan hari ini adalah ulang tahunnya..
27 Maret 2010


wah man...fotonya bkn gw tuh..aturan bilang2 dong biar gw kirimin foto gw...hahahah
BalasHapus